Perancangan Taman Rumah Sakit : majalah arsitektur lansekap
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Teori Lansekap » Perancangan Taman Rumah Sakit

Perancangan Taman Rumah Sakit

(1221 Views) Agustus 5, 2016 4:49 am | Published by | No comment



Pada masa pemerintahan Belanda, mereka membangun rumah sakit pada lahan yang luas, sehingga tersedia ruang terbuka hijau (taman) di sekitar bangunan. Udara segar dan cahaya matahari bebas masuk ruangan. Pasien dapat melihat orang yang lalu lalang di koridor yang membelah taman, serta menyaksikan bunga yang sedang mekar, dan dapat bertemu dengan kerabat dan teman mereka di taman rumah sakit.

Jika pasien hanya berada di dalam kamar, melihat pasien lain yang sedang mendapat kunjungan dokter, atau mengetahui pasien satu kamar sedang menunggu operasi. Ini tentu menimbulkan rasa cemas dan stres.

Konsep taman di rumah sakit sebagai salah satu cara untuk penyembuhan pasien belum mendapat respon yang baik, karena lahan rumah sakit yang terbatas, dan masih menganggap medis paling baik untuk perawatan pasien. Jika lahan terbatas, taman rumah sakit dapat diletakkan di atap bangunan (roof garden).

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merancang taman untuk rumah sakit.

1.Arsitek lansekap bersama dengan perawat, dokter, psioterapi, psikoterapis, ahli patologi, dan terapis khusus, harus bekerja sama membuat konsep perancangan taman untuk pasien dengan kondisi tertentu.

2.Fasilitas taman yang dibutuhkan pasien selama perawatan, untuk melatih gerak tubuh harus sesuai dengan standar , misal jalur setapak, tangga, jembatan, jalur khusus untuk belajar berjalan, dan paraller bar untuk physiotherapy.



3.Material yang digunakan di dalam taman harus dibuat senyaman mungkin, tidak menyerap panas dan dingin, seperti kayu dan plastik.

4.Hindari pengunaan material beton, alumunium, kaca, dan baja, karena terlalu panas siang hari, dan terlalu dingin pada malam hari. Selain itu, dapat menimbulkan silau pada siang hari.

5.Taman harus mudah dilihat dari ruang dalam : kamar pasien, ruang dokter, ruang tunggu, foyer, kantin, dan mudah diakses, termasuk bagi penguna kursi roda.

6.Kemiringan jalur jalan tidak membahayakan bagi pasien yang menggunakan kursi roda. Nut harus rapat agar roda tidak terjebak.

7.Taman menjadi tempat bagi pasien untuk dapat bercengrama dengan keluarga dan teman, dalam kondisi yang lebih bebas.

8.Sangat penting merancang tanaman yang menimbulkan rasa semi private dengan bangku untuk satu-dua orang, atau untuk satu keluarga, yang terpisah dengan keluarga yang lain.

9.Pilih tanaman yang tidak menimbulkan bau yang tajam, berduri, dan warna bunga/daun yang terlalu mencolok.



Related posts:

No comment for Perancangan Taman Rumah Sakit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>