Bangunan Tahan Gempa dari Material Kayu dan Bambu : majalah arsitektur lansekap
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Uncategorized » Bangunan Tahan Gempa dari Material Kayu dan Bambu » Bangunan Tahan Gempa dari Material Kayu dan Bambu

Bangunan Tahan Gempa dari Material Kayu dan Bambu

(499 Views) Februari 15, 2017 3:33 pm | Published by | No comment



Sering terjadi, konstruksi bangunan tidak mempertimbangkan daya tahan bangunan terhadap gempa, sehingga pada saat gempa terjadi, bangunan mudah rusak dan hancur, karena kurang perencanaan pada saat bangunan didirikan.

Menurut penelitian yang dilakukan BPPT, konstruksi kayu dan bambu yang ringan memperkecil gaya gempa, sehingga tidak terjadi kerusakan yang berat. Selain itu, ikatan antara pondasi, dinding dan atap sangat kuat.

Berbeda dengan bangunan yang terbuat dari batu bata, susunan batu bata yang tidak teratur, dan jarak kolom satu dengan yang lain yang terlalu jauh, mengakibatkan dinding mudah rubuh. Desain bangunan, bahan, dan mutu konstruksi memegang peranan penting pada bangunan tahan gempa.



Desain bangunan artinya, denah bangunan mempunyai bentuk yang simetris, misal bujur sangkar atau empat persegi panjang. Jika denah berbentuk L atau T, menyebabkan ketidakseimbangan pada bangunan, kecuali struktur bangunan terpisah. Selain desain, bahan bangunan yang berkualitas ( batu bata dan batako) dapat digunakan untuk bangunan tahan gempa.

Kayu dan bambu merupakan material bangunan lokal yang murah dan mudah didapat. Struktur bangunannya ringat, sehingga sangat baik digunakan pada daerah yang sering gempa.

Bangunan kayu tahan gempa.

Material atap dari asbes, seng, dan alumunium dapat digunakan karena ringan. Genteng lebih berat dibandingkan asbes, seng, dan alumunium. Akan tetapi, genteng yang berkualitas baik, kering dan dikaitkan dengan reng secara kuat dapat menjadi atap pada bangunan tahan gempa.

Konstruksi bangunan, perlu mendapatkan perhatian, terutama pada area rawan gempa. Pondasi harus diletakkan pada tanah yang keras dan tidak labil, dengan kedalaman lebih dari 45 cm.

Dinding menerima beban tegak lurus pada saat terjadi gempa, untuk itu, dinding harus kuat dengan menambahkan kolom atau balok pengikat di antara batu bata. Dinding harus diangker pada kolom, sehingga antara kolom dan dinding menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Kolom yang terdapat di sudut bangunan berfungsi untuk memikul beban bangunan. Material kolom dapat terbuat dari kayu, beton, atau baja.



No comment for Bangunan Tahan Gempa dari Material Kayu dan Bambu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>